Posts

Menanti Kisah Hujan

Adalah aku yang setia menunggu, Entah datangnya hujan, atau sekedar awan, Sama saja, walau sedikit berbeda.. Jangan beranjak,

Lagi, Tentang Rindu...

Image
Sebenarnya masih gelap, matahari pun masih lenyap dan mataku tetap lelap... Orang yang ramai melintas

Sisi Lain..

Image
Ada rindu terselip, diantara mata nan kelap-kelip.. Ada cinta  membara, bersama hujan deras mendera.. Berharap, hujan terus bergemuruh, hingga esok menjelang Shubuh.. Rindu aroma tanah basah, seperti dahulu pernah kau kisah..

Anak-anak Istimewa yang Terlupa..

Image
Bergumul diantara para pekerja berseragam dalam sebuah bus kota menjadi pemandangan indah penuh makna. Bau peluh, berdesak penuh riuh dan teriak-teriak ricuh pun menjadi bumbu penyedapnya. Tertidur, heboh, berebut tempat duduk... menjadi cerita lain di dalamnya.  “Padasuka...,”  teriak kondektur memanggil.

Rindu

Image
Kau tanyakan aku tentang rindu, melalui tatapan matamu yang sayu, dan indah wajah berhias

Bahkan, Umurmu Belum Lebih dari Dua Hari..

Image
Menikmati percikan lembut sisa hujan di pagi ini, membuat nafsu berkendaraku sedikit melemah dan menyengaja bertambah pelan. Bahkan, hujan ini mampu menghapuskan duka dan rasa kecewa yang telah pun tercipta sebelumnya. Menggairahkan... Tapi, bukan ini yang hendak aku kisahkan kepadamu, Kawan. Bukan hendak memaksa, namun coba simak dan bacalah, mungkin akan membawa manfaat bagi kita! Kemarin pagi,

Kakek Renta

Image
Menjadi pekerjaan saya, ketika harus bolak balik antara toko kertas dan percetakan, itu wajar. Mengingat, saya adalah seorang kuli kertas. Demikian pula ketika kemarin pagi saya bersama seorang teman menyempatkan diri menuju toko dan percetakan langganan kami sekedar membeli barang yang biasa kami beli, sekedar menanyakan kapan hasil cetakan bisa diambil. Sedikit kecewa saat Mas Juru  Cetak berkata, “Belum jadi Mas, mungkin Rabu baru bisa diambil...”